4 Maret 2014

Vibration Measurement and Kind of Vibration Sensor (Pengukuran Vibrasi)



BAB I
PENDAHULUAN DAN DASAR TEORI
1.1        Pendahuluan
Dunia industri saat ini sangat berkembang pesat sehingga melibatkan penggunaan alat-alat yang memiliki konfigurasi yang kompleks sehingga suatu kegagalan dalam mesin pasti akan terjadi, untuk mengetahui performance kerja dari suatu mesin bisa diketahui dengan melakukan pengetesan getaran pada mesin tersebut, jadi getaran dapat digunakan sebagai alat kontrol untuk mengetahui apakah suatu mesin mengalami vibrasi atau tidak.
Getaran adalah gerakan bolak-balik suatu mesin dari posisi seimbang karena pengaruh gaya dari luar atau dari mesin itu sendiri, jadi getaran ini akan konstan apabila tidak ada friksi atau sesuatu yang mengganggu mesin untuk bergetar. Sebagai contoh suatu alat bermassa digantung dengan menggunakan pegas apabila pegas tersebut ditarik atau ditekan (dikenai gaya luar) maka secara otomatis benda akan mengalami gerakan, nah gerakan itulah yang dinamakan dengan getaran.
picture11
Benda yang mengalami getaran pasti menimbulkan efek-efek suara atau bising, itu dikarenakan karena adanya pergerakan dari mesin dalam artian mesin tersebut mengalami getaran. Jika suara dari mesin semakin besar itu kemungkinan mesin mengalami vibrasi atau gangguan pada getaran misalnya karena gesekan atau friksi antara shaft dengan casing atau bisa disebut karena kesalahan mechanical. Hal semacam ini perlu dicurigai dan dapat dideteksi kesalahan-kesalahan mesin dengan dilakukan melalui pengukuran dan analisis getaran / kebisingan.
Beberapa permasalahan getaran yang umum terjadi pada mesin-mesin rotasi antara lain :
1.    Unbalance pada bagian-bagian yang berputar.
2.    Shaft coupling misalignment.
3.    Keausan atau kerusakan bearing.
4.    Shaft bengkok.
5.    Mechanical looseness
6.    Keausan atau kerusakan gear.
7.    Kerusakan belt, keausan pulley (sheave).
8.    Keausan rantai dan sprocket.

1.2         Dasar Teori
1.2.1   Parameter Getaran
Ø  Amplitudo
Amplitudo adalah besarnya sinyal yang dihasilkan dari pengukuran vibrasi. Semakin besar sinyal maka menandakan vibrasi semakin tinggi. Semakin tinggi amplitudo suatu sinyal maka menunjukkan semakin besar gangguan pada alat yg diukur. Sinyal amplitudo ini dapat dinyatakan dalam velocity, acceleration dan displacement.

Ø  Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah periode getaran dalam setiap 1 detik. Sehingga frekuensi dapat dinyatakan dalam persamaan F = (1/T) dimana :
F        : frekuensi (Hertz)
T        : Periode (sekon)
Frekuensi dapat dinyatakan dalam berberapa satuan diantaranya :
-       Siklus per detik / Cycles per second (Hz)
-       Siklus per menit / Cycles per minute (CPM)
-       Putaran per menit / Rotation per minute (RPM)
-       Siklus per detik / Cycles per second (CPS)
-       Putaran per detik / Rotation per minute (RPS)
-       Feet per detik / Feet per second (FPS) = Velocity
-       Orders, 1 order sama dengan 1xRPM (1xputaran poros mesin)
-       1 RPM = 1 CPM
Besarnya frekuensi yang terjadi pada mesin yang mengalami vibrasi dapat mengidentifikasi gangguan yang terjadi pada mesin yang diuji, karena besarnya frekuensi dijadikan sebagai pengamatan untuk mengetahui penyebab vibrasi pada mesin tersebut.

Ø  Phasa
Phasa adalah perbedaan posisi dari sebuah titik referensi (phasa absolute) atau titik diam terhadap titik lain yang bergetar (Phasa relative). Phasa sebenarnya adalah perbedaan waktu gelombang itu mulai bergetar. Phasa sebenarnya adaalah perbedaan timing, dimana suatu event muncul reatif terhadap event yang lain.
1.2.2 Pengukuran getaran
Ø  Prinsip pengukuran ada 3 yaitu :
pengukuran.jpg
Sensor adalah adalah bagian yang merasakan suatu keadaan dari luar, kemudian apa yang dirasakan akan diolah oleh alat lain yang bisa disebut processing untuk dilakukan manipulasi data. Processing juga memiliki sensitivitas. Kemudain hasil datanya dinamakan Output yang ditandai berupa angka.
Ø  Tipe-tipe pengukuran getaran
Tipe pengukuran getaran ada 3 yaitu :
1.    Pengukuran displacement
2.    Pengukuran velocity
3.    Pengukuran acceleration
-       Pengukuran displacement
Displacement adalah ukuran dari pada jumlah gerakan dari pada massa suatu benda, dimana hal ini menunjukkan sejauh manabenda bergerak maju mundur (bolak-balik) pada saat mengalami vibrasi. Displacement adalah perubahaan tempat atau posisi dari pada suatu objek atau benda meju suatu titik pusat (dalam hal ini massa benda berada dalam posisi netral). Besarnya gaya daripada Displacement dapat diketahui dari amplitudo yang dihasilkan. Semakin tinggi amplitudo yang ditunjukkan,makin keras atau tinggi pula vibrasi yang dihasilkan. Pengukuran displacement biasanya menggunakan sensor proximity probe.
-       Pengukuran velocity
Velocity addalah jumlah waktu yang dibutuhkan pada saat terjadi displacement (dalam hal kecepatan). Velocity adalah satu indikator yang paling baik untuk mengetahui masalah vibrasi (contohnya unbalance dan misaligment) pada mesin berkecepatan sedang. Velocity adalah ukuran kecepatan suatu benda pada saat bergerak atau bergetar selama berisolasi. Kecepatan suatu benda adalah nol pada batas yang lebih tinggi atau lebih rendah,dimulai pada saat berhenti pada suatu titik sebelum berubah arah dan mulai untuk bergerak kearah berlawanan.
-       Pengukurang Acceleration
Acceleration adalah jumlah waktu yang diperlukan pada saat terjadi velocity. Acceleration adalah parameter yang sangat penting dalam analisis mesin-mesin yang berputar (rotation equipment) dan sangat berguna sekali dalam mendeteksi kerusakan bearing dan masalah pada gearbox berkecepatan tinggi lebih cepat dan lebih awal. Acceleration diartikan sebagai perubahan dari velocity yang di ukur dalam satuan gravitasi.


















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sensor Getaran
Sensor getaran adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah sinyal getaran menjadi sinyal analog berupa besaran listrik, dirubah menjadi sinyal listrik supaya data mudah diolah dan dimanipulasi. Sensor getaran dibedakan menjadi tiga, berikut skematika sensor getaran :
Bagan Sensor Geteran.jpg
Gambar diatas merupakan skematika sederhana dari Sensor/ probe untuk getaran, sensor getaran dibagi menjadi dua yaitu :
1.    Kontak
Sensor kontak biasanya disebut Cassing measurement. Sensor yang digunakan adalah sensor seismic transducer, yaitu untuk mengukur kecepatan (velocity) dan percepatan (accelerataion). Untuk mengukur kecepatan sensor yang digunakan adalah velocity probe dan velomitor probe. Sedangkan untuk mengukur percepatan menggunakan sensor acceleration probe. Sensor kontak probe yang digunakan bersentuhan langsung dengan mesin atau media yang akan diukur vibrasinya.
2.    Non-kontak
Sensor non-kontak biasanya disebut Shaft Relative Measurement. Sensor yang digunakan adalah proximity probe (Eddy current probe). Untuk proxymity probe, yang diukur adalah perpindahannya. Untuk sensor non-kontak, probe dan mesin atau media tidak bersentuhan langsung. Untuk menggunakan sensor proximity probe ada beberapa syarat yang harus terpenuhi agar dapat menghasilkan pengukuran yang presisi, diantaranya adalah :
-       Roundness (kelingkaran) dari mesin yang akan diukur harus bagus untuk menghasilan bacaan yang bagus pula.
-       Run out.
2.2        Macam-macam sensor getaran
Sensor getaran yang paling sering digunakan ada tiga jenis yaitu :
jenis sensor.jpg
Velocity probe
Velocity probe merupakan jenis sensor kontak, artinya ujung sensor ini bersentuhan langsung dengan benda yang akan diukur/dilakukan pengecekan vibrasi. Fungsi dari sensor velocity probe adalah untuk mengetahui vibrasi dari suatu mesin dengan velocity atau kecepatan sebagai parameternya.
Konstruksi atau komponen dari velocity probe terdiri dari :
-      Massa
-      Kumparan
-      Pegas/spring
-      Magnet permanen
-      Damper
-      Casing velocity probe
-      Connecter
Gambar, velocity probe.jpg
Gambar diatas menunjukkan skematik dari velocity probe dan bagian-bagiannya. Sistem tersebut terdiri dari massa yang dililiti oleh suatu kumparan yang dihubungkan dengan pegas dan damper kemudian dikelilingi oleh suatu magnet permanen yang memberikan medan magnet yang cukup kuat dipasang mengelilingi kumparan tersebut.
Prinsip kerja :
Prinsip kerja velocity probe sesuai dengan hukum fisika yaitu apabila suatu konduktor/kumparan yang dikelilingi oleh medan magnet kemudian koduktor bergerak terhadap medan magnet atau medan magnet bergerak terhadap konduktor maka akan menimbulkan suatu tegangan induksi pada konduktor. Apabila transducer ini ditempatkan pada bagian mesin yang bergetar, maka tranduser inipun akan ikut bergetar, sehingga kumparan yang ada di dalamnya akan bergerak relatif terhadap medan magnet sehingga akan menghasilkan tegangan listrik pada ujung kawat kumparannya. Sinyal listrik yang dihasilkan sebanding. dengan kecepatan getaran mesin tersebut. Dengan mengolah/ mengukur dan menganalisa sinyal listrik dari tranduser, maka getaran mesin dapat diukur.
Tegangan output dari velocity probe biasanya dinyatakan dalam milivolt/inch. Sensitivitas dari velocity probe cenderung sama apabila bekerja sesuai dengan rangenya dan sensitivitas akan menurun apabila frekuensi menurun. Ini terjadi karena gerakan kumparan cenderung mengikuti gerakan dari medan magnet.
Kelebihan velocity probe :
-        Mudah dalam pengoperasiannya.
-        Mempunyai level output listrik yang relatif tinggi, sehingga tidak membutuhkan daya listrik untuk mengaktifkannya.
-        Dapat dipasang langsung pada casing bearing.
Kekurangan Velocity probe :
-        Respon frekuensinya terbatas, hanya untuk daerah 600 CPM sampa 120.000 CPM.
-        Realatif berat dan besar, sehingga membutuhkan ruangan yang cukup untuk memasangnya.
-        Harus menggunakan faktor koreksi apabila dioperasikan pada frekuensi dibawah 600 CPM, karena velocity probe sensitif apabila bekerja pada luar rangenya.
Acceleration Probe
Acceleration probe merupakan jenis sensor kontak juga, mempunyai fungsi untuk mengukur vibrasi suatu mesin berputar dengan mengukur acceleration dari mesin tersebut.
Gambar, Acceleration probe.jpg
Gambar diatas merupakan acceleration probe yang bersentuhan dengan benda uji. Komponen acceleration probe terdiri dari :
-      Case Insulator/ crystal element
-      Outer Case
-      Piezoelectric Crystal
-      Insulator
-      Seismic Mass
-      Preload Screw
-      Output Cable
-      Integrated Circuit
Prinsip kerja :
Pada acceleration probe terdapat Case insulator yang berkontak langsung dengan mesin yang hendak diperiksa, Case Insulator ini berfungsi sebagai transmitter atau yang menstransmisikan getaran dari mesin menuju piezoelectric sehingga piezoelectric mengalami tekanan yang sebanding dengan getaran yang diterima dari mesin. Getaran mekanis yang menimbulkan gaya akan mengenai bahan piezoelectric tersebut sehingga bahan piezoelectric tersebut menghasilkan muatan listrik. Tetapi arus listrik yang dihasilkan oleh piezoelectric ini sangat kecil, sehingga diperlukan alat lain agar menghasilkan muatan  listrik yang standard. Karena muatan listrik yang ditimbulkan oleh piezoelectrik sangat kecil maka didalamnya dipasang rangkaian electronik/amplifier yang dapat membangkitkan muatan agar muatan listrik yang dihasilkan oleh bahan piezoelectric menjadi lebih besar. Besar muatan listrik yang dihasilkan oleh bahan piezo electric sebesar picocoulombs per g. Sedangkan besarnya sinyal yang dihasilkan setelah didalamnya dipasang penguat, mempunyai sensitivitas 50 mv per g.
Kelebihan Acceleration Probe :
-      Ukuran sangat kecil dan ringan, sehingga cocok untuk dibawa kemana-mana dan bisa dibawa ke tempat kerja yang sempit.
-      Sangat sensitive terhadap frekuensi tinggi, karena accelerator probe memiliki range frekuensi yang tinggi sebesar lebih dari 20 KHz.
-      Dapat digunakan pada temperatur tinggi, yaitu sampai temperature kurang lebih 500 derajat C.
-      Harganya lebih murah dibanding velocity dan displacement probe

Kekurangan Acceleration Probe :
-      Membutuhkan penguat sinyal eksternal / amplifire untuk membangkitkan muatan listrik yang besar.
Proximity probe
Proximity probe adalah alat untuk mengukur gap. Tetapi pada teorinya perubahan gap tiap detik itu adalah kecepatan, dan jika gap nya bergerak maju atau mundur dinamakan vibrasi, maka proximity ini bisa digunakan sebagai sensor untuk mengukur vibrasi dengan menambahan data tranducer yang bisa merubah nilai perubahan jarak tiap detiknya, kemudian merubahnya menjadi nilai frek vibrasi. dan juga bisa mengetahui berapa amplitudonya.
Proximity probe memiliki karakteristik yang berbeda dengan sensor vibrasi lainnya yaitu antara probe dengan benda ukur tidak berkontakkan langsung. Selain itu proximity probe juga tidak melibatkan suatu element yang dapat menghasilkan tegangan listrik sebagai respon dari getaran, karena proximity menggunakan eksternal elektronik untuk membangkitkan suatu sinyal ac dengan frekuensi yang sangat tinggi kemudian sinyal ac tersebut digunakan untuk mendeteksi getaran. Untuk mesin berputar proximity probe digunakan untuk mengukur getaran poros. Berikut ini adalah komponen-komponen dari proximity probe :
Proximity Probe.jpgproximity probe2-edit.jpg

-      Probe
-      Demodulator dan osilator (ada didalam sensor proximity /eddy current probe)
-      Ekstension kabel
Prinsip kerja :
Dari penjelasan diatas bahwa sensor proximity atau yang biasa disebut eddy current probe disusun atas 2 alat didalamnya yaitu Osilator dan Demodulator. Osilator berfungsi sebagai yang menghasilkan gelombang radio frekuensi kemudian gelombang tersebut akan dikirim melalui kabel extension dan gelombang akan keluar atau dipancarkan oleh probe ke shaft. Dengan prinsip eddy current gelombang akan diserap oleh benda yang akan diukur vibrasinya (shaft). Vibrasi yang dialami oleh benda akan sebanding dengan jumlah energi/gelombang yang dipancarkan oleh sensor. Sinyal yang dihasilkan oleh osilator akan dirubah terlebih dahulu menjadi gelombang sinusoidal oleh Demodulator supaya dapat terbaca.
Kemudian jarak antara probe dengan benda uji juga sangat berpengaruh terhadap hasil, apabila jarak antara benda uji dengan probe berubah-ubah, maka amplitudo sinyal juga akan berubah-ubah karena amplitudo sebading dengan jarak antara benda uji dengan probe tersebut. Jarak antara benda uji dengan probe disebut Gap, Gap ini diatur sesuai dengan karakteristik transducer dan mesin atau benda uji yang akan diukur vibrasinya.
Kelebihan :
-      ketelitian dalam mengukur nilai amplitudo yang rendah (amplitudo kecil) dan juga mempunyai daerah ukur yang lebar
-      Dapat dilakukan pengukuran gerakan poros mesin dari kedua arah radial maupun gerakan pada arah axial.
-      Respon frekuensi sampai dengan 5 KHz ( 0-300.000 CPM).
-      Dengan menggunakan dua tranduser non-contact yang dipasang dengan sudut 90, maka dapat dilihat bentuk orbit dari gerakan poros.
Kekurangan :
-      Sangat sensitive terhadap konduktivitas permukaan benda yang akan dideteksi.
-      Getaran output sangat terpengaruh oleh mechanical dan electrical runouts karena mempengaruhi output sinyal.
-      Output dari tranduser dapat terpengaruh bila ujung  probe sensor terkena oleh kotoran serbuk logam yang terkandung dalam oil.
-      Harganya mahal
-      Instalasi susah.
2.3        Pengambilan data
Pengambilan data vibrasi dan analisis dilakukan menggunakan Proximitor Probe dan Velomitor Probe.
2.3.1  Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengambilan data vibrasi adalah :
1.    VTMS (Vibration Temperature Monitoring System)
2.    Proximity Probe
3.    Velomitor Probe
4.    Objek (Rotor)
5.    Demodulator
6.    Multimeter
7.    Extension Cable
1.jpg
8.jpg
3.jpg              4.jpg
5.jpg7.jpg
2.3.2  Langkah Kerja
1.    Menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan, hubungkan VTMS dengan proximity probe dengan menggunakan kabel ekstension dan juga power supply
2.    Tempelkan velomitor probe pada objek
3.    Pasang proximity probe pada objek (proximity sudah dipasang pada rotor)
4.    Menyalakan VTMS dan juga nyalakan objek (putar) dengan mengatur RPM sesuai percobaan
5.    Hubungkan output, com, voltage tranducer(VT) proxymitor dengan VTMS, sehingga data hasil bacaan dapat terbaca oleh VTMS
6.    Lakukan pengamatan pada VTMS dan baca vibrasi pada VTMS
7.    Pengamatan berikutnya menggunakan voltmeter, pengamatan dilakukan dengan menancapkan bagian com volmeter pada bagian com proxymitor dan bagian satunya pada bagian output proxymitor. Kemudian catat hasilnya dalam volt AC maupun DC.
8.    Bandingkan dengan hasil pengukuran yang tertera pada VTMS
9.    Ulangi tahap 4-8 dengan kecepatan yang berbeda
10. Mulai perhitungan
2.3.3  Hasil Pengamatan dan Perhitungan
No
Sensor
Speed (rpm)
AC (Volt)
DC (Volt)
Sensitivity
Vibration VTMS (µm)
Vibration as / Calculation
(m)
1
Proximity
5500
0,11
-8,7
200 mV/mill
43
39,5
2
4900
0,158
8.73
200 mV/mill
60
56,8
3
3600
0,252
-8,73
200 mV/mill
85
90,5
4
2600
0,188
8,69
200 mV/mill
68
67,5
5
Velomitor
5500
0,01
-
100 mV/ips
-
1,24
6
4900
0,015
-
100 mV/ips
-
20,84
7
3600
0,008
-
100 mV/ips
-
15,25
8
2600
0,006
-
100 mV/ips
-
158,4


Untuk sample menggunakan speed 5500 rpm :
Perhitungan Proximity dengan speed 5500 rpm :
Pk – pk =
D = m
Perhitungan Velomitor dengan speed 5500 rpm :
V =
Pk – pk =
D =  inch= 0,552 mill
                         = 14,02 µm

2.3.4  Kesimpulan
Hasil pengukuran vibrasi dengan menggunakan proximity probe dengan perhitungan manual memiliki nilai yang hampir mendekati benar, ini menandakan sensor proximity tepat digunakan untuk menghukur besar vibrasi pada suatu rotor.

Dari percobaa dan pengukuran vibrasi diatas dapat diambil kesimpulan hasil pengukuran vibrasi dengan menggunakan sensor proximity dengan velomitor berbeda atau tidak sama, ini disebabkan karena beberapa faktor sbb:
-      Range frekuensi kedua sensor berbeda sehingga memilki tingkat sensitivitas yang berbeda pula.
-      Pada saat mengatur speed (rpm) kurang presisi.
-      Ketelitian user sangat dibutuhkan.




















BAB III
ANALISIS DAN KESIMPULAN

3.1        Analisis
Seperti yang kita ketahui bahwa suatu transduser atau probe tidak bisa digunakan untuk semua pemakaian karena semua mesin memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga pemilihan probe/transduser sangat penting dilakukan untuk menghasilkan pengukuran vibrasi yang akurat. Ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan untuk melakukan pemilihan transduser yaitu :
-          Karakteristik mekanik mesin
-          Daerah frekuensi getaran yang akan diukur. 
-          Parameter yang akan diukur. 
-          Pertimbangan pemasangan.
-          Kondisi lingkungan dll.     
3.1.2   Karakteristik mekanik mesin
Tiap-tiap mesin mempunyai karakteristik getaran yang berbeda-beda dan spesifik, sebagai contoh :
Misal untuk mengukur clearances bearing, vibrasi pada rotor atau getaran shaft dibutuhkan pengukuran displacement dengan menggunakan tranduser non-contact yaitu proximity probe. Tranduser non-contact mengukur getaran relatif shaft terhadap rumah bearing. Tranduser ini bisa dikombinasi dengan tranduser velocity yang mengukur getaran relatif shaft dengan casing. Untuk mesin-mesin yang besar dan berat dengan rotor yang relatif lebih ringan dan bekerja pada RPM tinggi tranduser non-contact, adalah yang paling cocok untuk pengukuran displacement/getaran porosnya.
3.1.3   Frekuensi
Daerah frekuensi getaran yang ditimbulkan oleh mesin juga mempengaruhi pemilihan jenis sensor, karena jika salah pemilihan sensor maka akan menyebabkan ketidakakuratan dalam pengukuran. Berikut ini adalah petunjuk untuk memilih sensor berdasarkan frekuensi :
1.    Penggunaan sensor displacement :
-          Frekuensi rendah, dibawah 600 CPM
-          Untuk pengukuran getaran shaft pada mesin berat dengan rotor yang relatif ringan.
2.    Penggunaan sensor velocity :
-          Daerah frekwensi adalah 600 – 100.000 cpm
-          Pengukuran over all level getaran Mesin
-          Untuk melakukan prosedur analisa secara umum
3.    Penggunaan sensor accelerometer:
-          Daerah frekuensi pengukuran 600 – 600.000 CPM atau lebih
-          Untuk pengukuran pada frekuensi tinggi/ultrasonic
-          Untuk pengukuran spike energy pada roll bearing, ball bearing, gear, dan sumber getaran aerodinamis dengan frekuensi tinggi.
Sebagai contoh:
Sebuah gearbox dengan ball bearing akan mempunyai karakteristik getaran pada frekuensi tinggi, hal tersebut jarang terjadi pada motor yang menggerakkan fan dengan kecepatan rendah. Sehingga sensor yang dipakai untuk gearbox dan motor akan berbeda, sensor yang tepat untuk digunakan pada gearbox adalah acceleration probe karena acceleration memiliki range frekuensi yang besar dan juga paling tinggi dibanding dengan sensor lain, range sensor acceleration sekitar 60 CPM – 600.000 CPM. Sensor yang tepat dipakai untuk motor penggerak fan adalah sensor displacement atau proximity probe karena memiliki range frekuensi yang rendah.
3.1.4  Parameter yang diukur
Pertama yang harus dipertimbangkan dalam proses pengukuran adalah pemilihan transduser yang akan digunakan adalah parameter apa yang hendak diukur. Biasanya parameter-parameter tersebut adalah displacement, velocity, acceleration.
-          Displacement :
Displacement atau jarak antara probe dengan benda uji dapat diukur dengan velocity dan acceleration transducer. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengintegralkan hasil pengukuran kedua getaran (velocity probe dan acceleration probe) dengan rangkaian integrator yang biasanya sudah terdapat pada alat pengukur getaran. Untuk proximity transducer dapat mengukur langsung displacement getaran tanpa memerlukan proses integrasi.
Tranduser velocity, dapat digunakan untuk mengukur displacement dengan rangkaian single integrator, tetapi apabila kita akan bekerja pada frekuensi rendah, kita harus mempertimbangkan bahwa tranduser velocity akan kurang sensitif apabila digunakan pada frekuensi dibawah 600 CPM. Akibat adanya proses integrasi akan menimbulkan juga noise elektronik pada pengukuran frekuensi rendah tersebut.
Tranduser accelerometer, dapat digunakan untuk mengukur diplacement getaran dengan rangkaian double integrator. Seperti halnya tranduser velocity, menggunakan tranduser accelorometer untuk mengukur displacement getaran akan memberikan attenuasi dan noise pada pengukuran frekuensi rendah.
-          Velovcity :
Velocity juga dapat diukur dengan menggunakan transducer velocity dan acceleration. Sensor velocity dapat mengukura langsung velocity tanpa melalui proses integrasi. Sensor acceleration untuk mendapatkan kecepatan getaran membutuhkan rangkain single integrator, dan dapat mengukur frekuensi getaran sampai dengan kira-kira 3 Hz, atau 180 CPM.
-          Acceleration
Acceleration hanya bisa diukur dengan menggunakan acceleration probe. Secara teoritis memungkinkan untuk mengukur acceleration menggunakan tranduser velocity dengan menambah rangkain difrensiator yang biasanya juga sudah ada di dalam alas pengukuran getaran. Yang paling baik dalam pemilihan tranduser adalah tranduser yang akan mengukur secara langsung. Tranduser displacement untuk mengukur displacement, tranduser velocity untuk mengukur kecepatan getaran dan accelorometer untuk mengukur percepatan getaran.

3.2        Kesimpulan
1.    Analisa vibrasi merupakan kegiatan yang sangat dibutuhkan dalam upaya pemeliharaan mesin-mesin rotasi dalam kilang.
2.    Untuk melakukan analisa vibrasi diperlukan pengukuran getaran yang terjadi dalam mesin. Parameter yang diukur yaitu displacement, velocity dan acceleration. Masing-masing parameter memiliki sensor pengukuran yang berbeda-beda. Sensor mengubah sinyal analog getaran menjadi sinyal elektrik.
3.    Displacement diukur dengan proximity probe untuk perlatan yang memiliki frekuensi rendah dibawah 600 CPM
4.    Velocity diukur dengan velocity probe untuk peralatan yang memiliki frekuensi sedang diantara 600-100.000 CPM
5.    Acceleration diukur dengan acceleration probe untuk perlatan yang memiliki frekuensi tinggi antara 600-600.000 CPM
6.    VTMS dan multimeter merupakan processor unit yang menerima sinyal elektrik, peralatan ini mengubah sinyal elektrik menjadi data vibrasi. Setiap perlatan memiliki sensitivitas. Oleh karena itu dalam pengukuran diperlukan pemilihan probe dan unit processor yang tepat.
7.    Dalam pengukuran pada setiap putaran rotor tidak menunjukkan adanya suatu hubungan antara putaran mesin dengan vibrasi yang terjadi. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan sensor yang dipakai, perbedaan processor unit yang dipakai. Meskipun memakai sensor yang sama masih terdapat perbedaan nilai vibrasi karena sensitivitas probe dan prosessor berbeda.

22 Februari 2014

Serberkas Sinar

Cirebon, 2014

Sejak aku mengenal dirimu hidup ini terasa beda, perlahan berubah. Aku bagai mendapat sinar penerang jiwa yang menyejukkan hati. Dirimu yang membuat ku berubah menjadi manusia yang ada gunanya di dunia ini, Manusia yang tahu diri dan tahu terimakasih. Semenjak itu hati ini mulai terketuk untuk selalu istiqomah beribadah kepada Allah SWT. Tapi semuanya tidak akan terjadi tanpa Allah kehendaki, Dia lah yang maha berkehendak yang maha tau dan maha segala-galanya, Dia adalah raja dari segala raja yang tau semua apa yang akan terjadi kedepan dan yang terbaik untuk kita. Melalui dirimu Allah memberikan petunjuk kepada ku.

Mengenal dirimu adalah anugrah, Anugrah yang diberikan oleh tuhan yang maha indah yaitu Allah SWT. Dirimu begitu berbeda dengan akhwat-akhwat lain, sosok mu yang lembut sekaligus penyayang membuat ku jatuh hati dengan mu sebab itu aku selalu memikirkan mu. Sikap sabar dan tawakal mu menarik perhatian ku akan dirimu. Aku tau mungkin aku tidak pantas bersanding dengan mu karena aku tidak sebanding dengan mu. Tapi asal kamu tau aku akan selalu menjadi pengagum mu.

Akhir-akhir ini ada yang berubah dari sikap mu terhadap diriku, Aku tidak tahu apakah ini hanya perasaan ku saja atau bukan, yang jelas sekarang dirimu semakin hari semakin menjauh dari kehidupan ku. Sekedar menyapa lewat pesan singkat pun tidak dibalas. Tapi saya mengerti, tidak mungkin dirimu melakukan sesuatu tanpa alasan.

Aku hanya bisa berdoa kepada Allah, jika kita berjodoh pasti ada jalan untuk kita bertemu dan jika tidak maka aku akan meminta kepada Allah supaya dirimu mendapat orang yang akan selalu menjaga mu dan benar-benar sayang pada mu. Dan akhirnya aku meminta kepada Allah agar tidak menghilangkan ingatan ku tentang semua kenangan yang sudah kita lalui dan juga meminta kepada Allah agar diberikan kesabaran. Dan pada akhirnya aku tau jikalau jodoh, maut dan rejeki itu semuanya sudah disetting tanpa cacat oleh strudara terhebat sepanjang masa yaitu Allah SWT di kitab Lauhul Mahfudz-Nya.


Semoga dirimu selalu diberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat...

KESENANGAN PUN TERMASUK UJIAN HIDUP


Cirebon, 04 Februari 2014
Di kamar

Assalamualaikum wr.wb
Salam sejahtera untuk kita semua, apa kabar bloggs? Seperetinya udah lama tidak mengisi blog ini hehe
Pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang pengalaman saya nih.. enjoy ya bloggs!!

Setelah membaca buku “Dahsyatnya Sabar” yang tulis oleh Ahmad Hadi Yasin saya mendapat ilmu bahwasanya ujian itu tidak selalu berupa kesengsaraan, kemiskinan, kebodohan dll, tetapi kesenangan pun merupakan suatu bentuk ujian, namun banyak diantara kita menganggap setiap kesulitan sering diidentikkan dengan ujian dan cobaan, tapi harus diketahui bahwaa ujian tidak selalu berbentuk kesulitan bahkan kesenangan  pun juga merupakan suatu ujian. Segala bentuk keenakan, kekayaan dengan memiliki fasilitas dunia yang dapat ia gunakan, mulai dari rumah pribadi yang besar, elite dan indah, kendaraan pribadi mahal dan mewah hingga tempat bersantai bahkan tempat peristirahatan terakhir alias pemakaman yang banyak dikagumi orang. Semua ini adalah ujian dari Allah SWT.

Kesenangan dapat berbentuk harta yang banyak, anak-anak dan keluarga yang banyak dan lain sebagainya. Semuanya bisa menjadi keberkahan, dapat pula menjadi malapetaka yang menjerumuskan manusia dalam kesombongan dan keingkaran kepada Allah SWT.

Dalam sekeliling kita pun pasti ada contohnya, seseorang yang dulunya rajin dan taat beribadah kepada Allah, setelah mendapat kekayaan yang melimpah malah lupa sama Allah, hal semacam itu menunjukkan orang tersebut tidak kuat menahan ujian dan cobaan dari Allah, padahal seperti yang kita ketahui bahwa semakin tinggi cobaan yang kita terima segitulah derajat keimanaan kita, cobaan yang dialami oleh seseorang tidak akan melebihi batas kemampuan orang yang menerima, artinya setiap ujian atau cobaan pasti ada jalan keluarnya, tergantung bagaimana cara kita untuk menyelesaikan masalah tersebut dan tentunya dalam menjalani ujian kita tidak boleh “tidak” menyertakan Allah dalam menjalani, karena Allah lah yang memberi kita ujian atau cobaan. Kalau bukan sama Allah, sama siapa lagi??

Allah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 28,
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagian cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”


Sekian tulisan kali ini semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan semoga kita diberikan keisitiqomahan dalam beribadah kepada Allah. Semoga bermanfaat...